by

Pemda Tator Saling Lempar Tanggung jawab Soal Insentif Nakes Belum Terbayarkan. Akankah Bupati Keluarkan SK Parsial ?

Kadis BPPKAD Tana Toraja, Margaretha Batara

AIRTERKINI.COM – Pemerintah daerah Tana Toraja saling lempar tanggung jawab soal insentif tenaga kesehatan (nakes) yang menangani pasien Covid-19 belum terbayarkan.

Insentif Nakes belum terbayarkan sejak Juli 2020 hingga saat ini.

Jika sebelumnya, lewat koordinator satgas Covid-19, Erick Crystal Ranteallo menyatakan, Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae mendesak kadis Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) agar membayarkan insentif Nakes yang belum dibayarkan.

Kini, giliran kepala dinas BPPKAD Tana Toraja, Margaretha Batara lempar tanggung jawab kepada Bupati Tana Toraja.

“Kemarin kami sudah bicarakan dengan Kabid pembendaharaan, printkan itu surat dari pusat, supaya dibawa ke pak bupati untuk minta petunjuk. Apakah pak bupati mau keluarkan SK parsial atau bagaimana” kata Margaretha Batara kepada Airterkini di ruang kerjanya, (6/02/2021).

Dia mengakui jika dana insentif nakes sebesar Rp 2,6 Milliar mengendap di rekening kas daerah.

Namun, Margaretha berpendapat bahwa insentif nakes belum terbayarkan hingga saat ini karena persoalan perubahan anggaran. “Seandainya dana dari pusat masuk sebelum ketok palu di DPRD, insentif sudah pasti terbayarkan. Tapi karena sudah perubahan baru masuk uangnya dari pusat, makanya insentif mereka belum terbayarkan” ungkapnya. (gis)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini