by

Gara-gara Patok Batas Hutan Lindung, Masyarakat Bittuang Demo ke Gedung DPRD Tana Toraja

AIRTERKINI.COM – Puluhan masyarakat Bittuang, Tana Toraja, mengatas namakan Aliansi Toraja Tolak Tambang (AT3), melakukan aksi demo ke gedung DPRD Tana Toraja, Rabu, 31/3/2021.

Mereka protes adanya patok batas hutan lindung di sekitar rumah penduduk, kecamatan Bittuang.

Hal ini diungkapkan oleh salah satu perwakilan demonstran, Herman Sarira, di gedung DPRD Tana Toraja,(31/3/2021).

Herman Sarira mengatakan, patok batas hutan lindung yang terpasan di sekitar rumah penduduk, kecamatan Bittuang, membuat warga setempat panik.

Herman Sarira

“Demo hari ini pada umumnya karena adanya patok yang dipasang pihak kehutanan beberapa hari lalu di sekitar rumah penduduk. Masyarakat panik” kata Herman Sarira kepada airterkini.com di rang kerja ketua DPRD Tana Toraja.

Menurut dia, masyarakat adat seringkali tidak berdaya saat menghadapi investor yang hendak mengelola tanah ulayat mereka.

Untuk itu, Lanjut Herman, diperlukan aturan hukum yang melindungi hak-hak ulayat masyarakat adat tanpa merugikan pihak lain.

Adapun tuntutan pendemo yakni, mendesak pemerintah segera cabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Cristina Explo Mining dan ijin PT Tator International Industrial, serta mendesak pemerintah daerah, terbitkan perda pengakuan dan perlindungan hukum hak Ulayat.

Selain itu demonstran mendesak pemerintah, mencabut status kawasan hutan disekitar rumah penduduk.

Tiba di gedung DPRD Tana Toraja, demontran diterima oleh anggota DPRD, Randan Sampetoding, Timotius Tumbu, Leonatdus Tallupadang, dan Yakobus Tonglolangi. Dan, disaksikan langsung oleh sejumlah kepala SKPD Tana Toraja.

Demo tersebut berjalan lancar dan aman karena dikawal ketat oleh kepolisian polres Tana Toraja. (gis)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini