by

Pengabdian Tanpa Batas.

Diduga Korban Pembunuhan

Oleh: Yervis M. Pakan
(Presnas Pena 98)

Dua Guru asal Toraja ini mengabdikan hidupnya di Papua.

Mungkin mereka tak pernah berpikir bahwa suatu saat darahnya akan membasahi tanah Papua, tanah dimana mereka melayani.

Mungkin dalam benak mereka, ada tugas negara dan tugas pelayanan sesuai keyakinan mereka untuk mencerdaskan kehidupan Bangsa, mendidik anak anak Papua supaya bisa berdiri bangga bersama saudara saudaranya se-Tanah Air Indonesia.

Inti ajaran kasih yang mereka pahami ialah Mengasihi TUHAN ALLAH dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budi.

Tentu mereka berdua juga yakin bahwa bagaimana mengasihi TUHAN yang tidak kelihatan? Semetara di Papua ada mahluk ciptaan TUHAN yang belum disentuh dengan pendidikan.

Hal inilah yang membuat mereka yakin bahwa mengasihi sesama yang kelihatan, adalah karena kasih terhadap TUHAN nya.

Mereka tak pernah mempersoalkan apa warna kulit anak – anak yg mereka didik, mereka juga tdk mempersoalkan jenis rambutnya, siapa orang tuanya, apa afiliasi politik orang tuanya bahkan mereka tidak mempersoalkan dengan nama apa anak didiknya memanggil TUHAN.

Dikepala mereka hanya ingin kelak anak- anak didiknya dapat berdiri membanggakan di depan saudara- saudaranya yang lain dari berbagai tempat di Nusantara ini.

Mereka ditembak dan ditumpahkan darahnya di tanah yg mereka layani. Percayalah…..tanah dimana darah mereka tertumpah, akan jadi tanah subur yg melahirkan anak anak pintar dan cerdas.

Seandainya mereka bisa berkata kata lagi, mungkin mereka akan berkata “Saya tdk membenci kalian, karena kasih sayanglah kami hadir disini. Percayalah, setiap darah kami juga berucap KALIAN tetap saudara kami”

Selamat Jalan oktavianus Rayo
Selamat Jalan Yonathan Rende.
Selamat Jalan Pejuang, dekapan kasih TUHAN menyambutmu😇😭😇😭😇😭😇

Salam Hormat Untuk Keluarga Mereka.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini