by

Owner Hotel Rotterdam Kritik Satpol PP

Owner hotel Rotterdam, Dina Tangke Salle

AIRTERKINI.COM – Owner atau pemilik hotel dan restoran Rotterdam, Rantelemo, Toraja Utara, Dina Tangke Salle Mengkritik Satpol Pamong praja (PP) yang kerap melakukan razia atau pengerebekan di sejumlah hotel, termasuk hotelnya.

Dina menilai, razia atau penggerebekan tersebut membuat gusar dan mengganggu para tamu hotel.

“Beberapa waktu lalu, hotel saya dirazia Satpol-PP Toraja Utara sekitar jam 2 malam. Mereka teriak-teriak, gedor-gedor pintu. Tamu saya pada kabur karena ketakutan. Saat itu saya dikelilingi 15 laki-laki. Saya perempuan seorang diri hadapi mereka.” ungkap Dina kepada airterkini.com di Hotel Rotterdam, Kamis (15/4/2021).

Jika razia terus menerus dilakukan oleh satpol PP, lanjut Dina, akan berdampak buruk terhadap pengusaha hotel di Toraja.

“Ditengah pandemi ini, usaha kami sangat terpuruk. Tolonglah dipahami. Saya ini buka usaha perhotelan karena mengandalkan kredit di bank” tutur Dina.

Menurut Dina, Toraja sebagai daerah pariwisata, keamanan dan kenyamanan para wisatawan harus terjamin.

“Kalau tidak ada turis lokal atau turis bulek yang datang di Toraja kita mau makan apa, gaji honorer pake apa. Sawah-sawah semakin berkurang karena dibangunin rumah, pertokoan dan lain-lain. Itulah problem kita di Toraja” ungkap Dina.

Dina berharap, Sitem razia atau penggerebekan yang dilakukan satpol PP perlu dirubah.

“Kalau kita digerebek-gerebek- grebek orang tidak mau masuk, kan?. Pajak kan tergantung penghasilan. Kalau nggak ada orang masuk kita mau bayar apa. Mau bayar karyawan pake apa” tutur Dina.

Dina adalah warga Salu Sopai, Toraja Utara. Selama 35 tahun, ia bekerja di Amsterdam, Belanda. Dia wanita pekerja keras.

“Saya ini nggak punya sekolah, saya pekerja keras. Inilah hasilnya (red- Hotel Ratterdam)” Kesannya.

Dia pun mencontohkan, di negara barat, razia atau penggerebekan pada ditengah malam sangat jarang terjadi, karena dinilai membuat gusar dan mengganggu para tamu hotel.

“Yang ada, mana surat-suratnya, jual minuman keras nggak, ijinnya mana, ya itu semua diperiksa. Tapi nggak bisa jam dua pagi.” kesan Dina. (gis)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini